Fight Open Defecation with Your Action!
Join Aksi Nasional Tinju Tinja. Let’s act together to free Indonesia from the threat of open defecation!
10193 Actions have been given

Give your commitment to fight open defecation with Aksi Nasional Tinju Tinja in your social media accounts with hashtag #AksiNasional #TinjuTinja, to invite more people to act and fight open defecation for the children!

Open defecation is prevalent throughout Indonesia and negatively impacts on so many lives, above all children. If we can make Indonesia open defecation free, we will see so many benefits.


 

Let’s act together to support Indonesia in the fight against Open Defecation! Give your support to our big family of supporters from all over Indonesia.


  1. Learn about the issue

    Open defecation is often invisible but the impacts are detrimental to our nation. Let’s open our eyes and ears to learn about open defecation here! Understand how open defecation threatens our land, and jeopardizes our brothers and sisters from all over Indonesia.

  2. Create Works of Expression

    Share your ideas, support, or messages on open defecation with your brothers and sisters in any part of Indonesia, with the creative ideas that suit you best.

    The examples of positive creations below are a source of inspiration!

Dita Novialita
Anca Sangadji
Budiono Tri
  1. Submit Your Contribution

    Submit your creation here, by following the existing format and filling the form without needing to provide any further information.

  2. Share!

    Share your work through your social media channels, to encourage more people to participate in the fight against Open Defecation.


UNICEF will select and share the most creative contributions and ensure they are accessible by everyone to help the fight against open defecation. The related documentation will be shared through our social media channels.


Let's Contribute!

To participate, please register yourself first using your social media account.

Ainna Fisabilla

BABS merupakan isu yang sangat serius untuk diintervensi. BABS adalah sesuatu yang bersifat kebiasaan dan sebenarnya dapat untuk dirubah. Namun, selama 1 tahun saya mencoba mengintervensi di daerah Pandeglang , Banten, saya mendapatkan kesulitan yang luar biasa. rata-rata alasan mereka melakukan BABS adalah mereka tidak memiliki jamban karena tidak memiliki uang untuk membangun.

Sehingga, saya dan beberapa teman saya berpikir untuk meningkatkan perekonomian mereka sehingga mereka tidak memiliki alasan untuk tidak membangun jamban. Salah satu sumber daya lokal yang mereka miliki adalah beras ketan. Dari beras ketan tersebut, mereka sering membuat rengginang. Saya dan teman saya berpikir bahwa rengginang ini dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat yang rata-rata hanya bekerja sebagai buruh tani dengan pendapatan Rp.50.000/hari dengan jumlah anggota keluarga 5-7 orang.

Kami menggerakkan ibu-ibu untuk memproduksi rengginang dengan ukuran yang kecil dan diberi rasa yang cukup bervariasi. Kami, teman-teman mahasiswa, membantu menjualkannya ke daerah Jabodetabek. Setengah dari keuntungan penjualannya akan ditabung untuk membangun jamban. Sehingga, mereka tidak akan mengalami kesulitan untuk membangun jamban karena mereka telah memiliki penghasilan tambahan.

dalam foto ini, saya sedang melakukan market research tentang ahsil rengginang yang diproduksi ibu-ibu di Pandeglang. Teman-teman saya di kampus, menerima dengan baik karena rasanya yang enak dan juga harganya yang cukup murah. Produk rengginang kami, kami namakan "Ranggibite" karena ukuran rengginang kami kecil sehingga dapat dimakan dalam sekali gigit.

Namun sayangnya, kami belum memproduksi secara massal karena masyarakat sana sedang mengalami gagal panen. Desa sekitar juga mengalami gagal panen, sehinga kami tidak dapat mengambil beras ketan dari desa sekitar. Doakan semoga program kami berjalan dengan lancar ya. doakan semoga niat baik kami dapat terealisasi dan memulai memproduksi rengginang, sehingga masyarakat sana dapat memiliki jamban dan kesehatan mereka meningkat.

Ohiya, nama program kami adalah Emcekaqu. Kepanjangan dari Empowering Communitu through Economy and Health Quality Improvement :D

Previous Next

The more people that understand about open defecation, the more hearts that can be touched to contribute to this fight! Choose the fact that you want to share through your social media accounts.

Fact 1

The 13% of households in Indonesia still use water from unfeasible sources.

Fact 2

31% of Indonesian children aged 1-12 months die due to poor water conditions, sanitation & lack of hygiene behavior that causes diarrhea.

Fact 3

Poor sanitation caused Indonesia losses of Rp 56 trillion or 2.3% of Indonesia's GDP.

Fact 4

When open defecation contaminates the water and food, it causes malnutrition that affects children's growth and could result in their being stunted.

Fact 5

Every year, around 136.000 - 190.000 children in Indonesia die before their 5th birthday because of poor sanitation.

You can also find more facts from each province all around Indonesia here, or find and create infographics about open defecation here.

Back To Top